Saat kucing atau anjing Anda menunjukkan gejala mencurigakan, rapid test bisa menjadi langkah skrining awal yang cepat. Dokter Prabasa datang membawa alat tesnya, mengambil sampel, membaca hasil, dan menjelaskan artinya langsung di rumah Anda.
Rapid test adalah alat skrining awal, bukan diagnosis pasti. Dokter Prabasa membaca hasilnya bersama gejala dan pemeriksaan fisik, lalu menjelaskan apakah perlu tes lanjutan atau langsung penanganan.
Skrining awal untuk Feline Immunodeficiency Virus dan Feline Leukemia Virus dari sampel darah kecil. Membantu menilai apakah kucing Anda perlu pemeriksaan lanjutan, terutama sebelum diadopsi atau digabung dengan kucing lain.
Skrining untuk canine parvovirus, penyebab muntah dan diare berdarah yang berbahaya pada anak anjing. Sampel diambil dari feses, hasil terbaca dalam hitungan menit.
Skrining untuk canine distemper virus pada anjing dengan gejala saluran napas, pencernaan, atau saraf. Hasilnya membantu dokter menentukan langkah berikutnya lebih cepat.
Hasil rapid test selalu dibaca bersama kondisi hewan, dokter cek suhu, hidrasi, mata, mulut, dan keluhan lain sebelum menyimpulkan.
Rapid test bisa memberi hasil negatif palsu atau positif palsu. Dokter Prabasa menjelaskan keterbatasannya dan kapan konfirmasi lewat laboratorium diperlukan.
Dari hasil skrining, dokter membantu Anda memutuskan langkah berikutnya, mulai rawat di rumah, tes lanjutan, sampai rujukan bila perlu.
Rapid test paling berguna saat ada gejala atau situasi tertentu, bukan pemeriksaan rutin tanpa indikasi.
Demam berulang, gusi pucat, berat turun, atau infeksi yang sulit sembuh bisa jadi alasan skrining FIV/FeLV.
Muntah dan diare berdarah pada anak anjing perlu dicek cepat, parvo termasuk penyebab yang paling ditakuti.
Sebelum menggabung kucing baru dengan kucing lama, skrining FIV/FeLV membantu menekan risiko penularan.
Hewan yang habis berkelahi, kabur, atau kontak dengan hewan sakit bisa diskrining sesuai anjuran dokter.
Hewan yang sedang sakit paling rentan stres, dan perjalanan ke klinik sering memperburuk kondisinya.
Hewan yang lemas atau diare berat lebih baik tidak diguncang perjalanan. Dokter yang datang, sampel diambil di tempat.
Hewan bergejala virus sebaiknya tidak dibawa ke ruang tunggu yang penuh hewan lain. Di rumah, risiko menyebarkan atau tertular ditekan.
Anda tidak menunggu telepon atau menebak arti hasil. Dokter Prabasa membacakan dan menjelaskannya di depan Anda.
Dari hasil skrining, Anda dan dokter bisa langsung berdiskusi soal langkah berikutnya tanpa bolak-balik klinik.
Belum yakin hewan Anda perlu diperiksa sekarang? Ceritakan gejalanya via WhatsApp, konsultasi awal gratis dan tanpa memaksa.
Tanya Dokter via WhatsApp (Gratis)Tidak perlu booking ribet, cukup hubungi, sisanya kami yang atur.
Kirim pesan via WhatsApp, sebutkan jenis dan usia hewan, gejala yang Anda lihat, dan area Anda supaya dokter menyiapkan rapid test yang sesuai.
Kami kirim dokter Prabasa terdekat di area Anda dan konfirmasi waktu kunjungan yang pas dengan jadwal Anda.
Dokter datang membawa peralatan pemeriksaan dan obat untuk penanganan umum, melakukan pemeriksaan atau perawatan, lalu menjelaskan langkah selanjutnya langsung ke Anda.
Estimasi di bawah berlaku untuk Jabodetabek inti. Untuk area pinggir mungkin ada selisih kecil, kami konfirmasi sebelum dokter berangkat.
Biaya tergantung jenis rapid test yang diperlukan, jumlah hewan, dan jarak ke rumah Anda. Kami konsultasi gratis dulu via WhatsApp, ceritakan gejala dan area Anda. Estimasi tarif lengkap kami konfirmasi sebelum dokter berangkat.
Minta Estimasi via WhatsAppHubungi kami via WhatsApp, ceritakan gejalanya dan sebut area Anda. Kami kirim dokter Prabasa terdekat untuk skrining awal dan menjelaskan langkah berikutnya.
Chat WhatsApp SekarangRapid test adalah skrining awal, bukan diagnosis pasti. Hasilnya membantu dokter mengarahkan langkah, tapi kadang perlu dikonfirmasi lewat pemeriksaan laboratorium dan selalu dibaca bersama gejala serta pemeriksaan fisik.
Tergantung jenis tesnya. Skrining FIV/FeLV pada kucing memakai sampel darah kecil, sedangkan parvo dan distemper pada anjing umumnya dari feses atau usap (swab). Dokter menjelaskan prosesnya sebelum mulai.
Sebagian besar rapid test memberi hasil dalam hitungan menit, jadi dokter bisa langsung membacakan dan menjelaskannya di rumah Anda pada kunjungan yang sama.
Belum tentu. Rapid test bisa memberi hasil negatif palsu, terutama pada tahap awal infeksi. Kalau gejala tetap ada, dokter mungkin menyarankan tes ulang atau pemeriksaan lanjutan.
Skrining FIV/FeLV sering dianjurkan sebelum kucing baru digabung dengan kucing lain, karena kedua virus ini bisa menular antar kucing. Dokter Prabasa bisa bantu menilai apakah perlu di kasus Anda.