Vaksin bukan sekadar suntikan tahunan. Halaman ini menjelaskan kenapa vaksin penting, jadwal lengkap kucing dan anjing dari kecil sampai dewasa, perbedaan vaksin core vs non-core, dan kisaran biaya tahun 2026 — disusun mengacu pedoman WSAVA 2024 yang dipakai dokter hewan di banyak negara, termasuk Indonesia.
Banyak pemilik baru mengira vaksin cuma "formalitas dokter". Padahal vaksin mencegah penyakit yang masih sirkulasi aktif di Jakarta dan Jabodetabek hari ini — rabies pada anjing dan kucing yang fatal 100% kalau sudah muncul gejala, parvovirus pada puppy yang membunuh dalam hitungan hari, panleukopenia pada kitten yang penularannya sangat cepat di rumah multi-hewan.
Tiga hal yang membuat vaksin jadi keputusan klinis paling bernilai:
Pedoman vaksinasi global yang paling banyak diacu adalah WSAVA Vaccination Guidelines (versi 2024). Dokumen ini disusun panel ahli WSAVA (World Small Animal Veterinary Association) dan diperbarui berkala mengikuti riset terbaru durasi imunitas, vaksin core vs non-core, dan protokol untuk berbagai kondisi. Halaman ini menyusun ringkasan praktisnya untuk pet owner di Indonesia.
Kucing punya tiga fase besar vaksinasi: seri kitten, booster dewasa pertama, lalu booster tahunan sepanjang hidupnya.
Antibodi maternal dari air susu induk melindungi kitten di minggu-minggu awal, tapi sekaligus bisa menetralisir vaksin yang diberikan terlalu dini. Karena itu vaksin kitten diberikan berseri dengan jarak 3–4 minggu — strategi window, memastikan minimal satu suntikan kena momen pas saat antibodi maternal sudah turun.
Untuk lingkungan risiko tinggi (rumah multi-kucing, sering ada kucing baru, riwayat panleukopenia di area), WSAVA 2024 menyarankan extend series sampai usia 20 minggu dengan booster setiap 2–3 minggu.
Setahun setelah seri kitten selesai, kucing mendapat booster Tricat + Rabies pertama. Booster ini krusial — banyak kucing gagal proteksi long-term karena owner skip booster setahun setelah seri kitten.
Booster Tricat dan Rabies setiap tahun, di bulan yang sama supaya tidak lupa. Untuk kucing senior (7+ tahun), dokter biasanya juga cek kondisi umum saat kunjungan.
Anjing punya jadwal yang mirip kucing dari sisi prinsip — seri puppy berseri, booster dewasa pertama, lalu booster tahunan — tapi jenis vaksinnya berbeda.
Sama seperti kitten, prinsip jarak 3–4 minggu antar booster adalah supaya satu suntikan pasti kena momen ketika antibodi maternal sudah turun cukup.
Booster DHPP + Lepto + Rabies pertama setahun setelah seri puppy. Tanpa booster ini, proteksi puppy bisa drop dan anjing kembali rentan.
Banyak pemilik yang punya kucing dan anjing sekaligus bingung — apakah jadwalnya bisa disamakan? Jawaban singkatnya: prinsip waktu mirip, tapi jenis vaksin berbeda.
Kalau Anda punya kucing dan anjing dalam satu rumah, dokter mitra Prabasavet bisa vaksinasi keduanya dalam satu kunjungan home visit — lebih efisien dan jasa kunjungan tidak dikali jumlah hewan.
WSAVA membedakan vaksin menjadi dua kategori:
Untuk konteks Indonesia, beberapa vaksin yang di buku panduan internasional masuk kategori non-core (mis. Lepto pada anjing) diperlakukan hampir setara core oleh dokter di sini, karena risiko paparan tinggi. Konsultasi dokter Anda untuk pertimbangan spesifik lingkungan rumah.
Biaya vaksin di Jabodetabek terdiri dari dua komponen: harga vaksin per dosis + jasa kunjungan dokter (kalau home visit). Berikut kisaran 2026:
Jasa kunjungan dokter untuk home visit tergantung jarak dan area. Karena harga vaksin bisa berbeda per brand dan ketersediaan stok, kami selalu sebut estimasi total di awal lewat WhatsApp sebelum kunjungan. Lihat halaman tarif untuk gambaran cara perhitungan kami.
Untuk pemilik dengan 3+ hewan, home visit hampir selalu lebih ekonomis karena jasa kunjungan tidak dikali jumlah hewan — satu kunjungan, semua hewan divaksinasi.
Sebut jenis hewan, usia, riwayat vaksin (kalau ingat), dan area Anda. Kalau tidak tahu vaksin apa yang dibutuhkan, sebut saja "mau konsultasi vaksin" — tim kami bantu.
Tim balas dengan estimasi total biaya (vaksin + jasa kunjungan) dan opsi jadwal dokter mitra di area Anda. Konfirmasi yang cocok untuk Anda.
Dokter cek kondisi hewan dulu — tidak demam, tidak diare, kondisi fit. Kalau ada yang perlu ditunda, dokter jelaskan kenapa. Kalau fit, vaksin disuntikkan + buku vaksin diisi.
Sebagian besar hewan baik-baik saja. Mengantuk, sedikit demam, nafsu makan turun 24–48 jam adalah normal. Reaksi serius (muka bengkak, gatal hebat, muntah berulang) jarang terjadi tapi langsung kontak kami atau klinik 24 jam terdekat.
Bisa. Untuk kucing atau anjing dewasa yang belum pernah divaksin, pedoman WSAVA 2024 menyarankan 2 suntikan vaksin core (MLV) berjarak 2–4 minggu, lalu booster tahunan. Untuk rabies, 1 suntikan protektif, lalu booster tahunan. Konsultasikan dengan dokter — protokol final bisa berbeda tergantung jenis vaksin yang tersedia.
Untuk hewan yang sudah pernah divaksin lengkap saat kecil (seri kitten atau seri puppy selesai) tapi telat booster — bahkan lebih dari 3 tahun — pedoman WSAVA 2024 menyatakan 1 dosis booster MLV (modified live virus) sudah cukup. Mayoritas vaksin Tricat/DHPP yang dipakai di Indonesia adalah tipe MLV. Untuk vaksin inactivated (beberapa Lepto atau Rabies inactivated), dokter mungkin sarankan 2 dosis dengan jarak 3–4 minggu.
Ya. Virus seperti panleukopenia dan parvovirus bisa terbawa di sepatu, tas, atau pakaian Anda dari luar. Hewan yang selalu di dalam rumah tetap berisiko. Plus, kalau suatu hari Anda perlu titip ke pet hotel, pindah rumah, atau ada keadaan darurat ke klinik, sertifikat vaksin biasanya wajib.
Bisa. Suntikan di lokasi tubuh berbeda (mis. Tricat di scruff kanan, Rabies di paha kiri). Hewan sehat biasanya tolerir baik. Untuk hewan kecil, senior, atau yang punya riwayat reaksi vaksin, dokter kadang pisahkan jarak 1–2 minggu untuk safety. Diskusikan dengan dokter Anda.
Normal: mengantuk, sedikit demam, nafsu makan turun 24–48 jam, bengkak ringan di tempat suntikan. Perlu segera kontak dokter: muka bengkak, gatal hebat, muntah berulang, sangat lemas, kesulitan napas, atau pingsan. Reaksi serius jarang terjadi tapi butuh respons cepat.
Untuk kelinci, vaksin yang tersedia di Indonesia masih terbatas — kami bantu konsultasikan apakah cocok untuk hewan Anda. Hamster, sugar glider, dan reptil umumnya tidak ada protokol vaksinasi rutin. Yang lebih relevan untuk hewan eksotik adalah pemeriksaan kesehatan rutin dan deteksi dini gejala. Hubungi kami via WhatsApp untuk konsultasi spesifik.
Kirim WhatsApp ke tim kami. Sebut jenis hewan, usia, riwayat vaksin (kalau ingat), dan area Anda. Kami balas dengan estimasi total biaya dan opsi jadwal dokter mitra. Untuk Jabodetabek.